contoh puisi

Dipagi hari ini, dibawah rintik hujan ini

Aku mengucapkan selamat datang pagi yang indah
Begitu juga pada setiap tetesan hujan terhadap makna akan  kerinduan
Aku begitu bingung akan diri ini sendiri dasar akan pikiran ini
Berpikir akan bagaimana setiap sehari itu mempunyai nikmat yang tak ternilai
Teringat pada dirimu yang selalu mendalami akan kesetian rinduku ini
Hei,, bagaimana kabarmu disana?
Air mengalir begitu deras menuju lembah untuk berkumpul setiap tetes hujan
Mereka berjuang untuk mencapai dasar setiap daratan
Mereka berkumpul dan berjuang bersama demi suatu tujuan yang satu.
Cinta itu tidak dapat disadari sehingga tiba saat berpisah akan terasa
Janganlah terlalu membenci seseorang karena pada suatu saat benci akan menjelma cinta
Dan janganlah pula  terlalu menyayangi seseorang karena pada suatu saat sayang akan menjelma murka.
Hidup ini bukan suatu urusan yang mudah dengan cinta tetapi suatu perkara yang tak dapat dipikul sendiri.
Kasih bukan mainan
Sayang bukan sekedar hasrat
Dan cinta bukan birahi
Gunakanlah kasih anda pada orang yang anda sayangi.
Gunakanlah sayang anda pada orang yang anda kasihi
Dan gunakanlah cinta anda pada orang yang anda kasih sayangi
Kasih pada cinta bagaikan batang dari rasa cinta
Sayang bagaikan daun yang melengkapi kasih dari rasa cinta
Dan cinta itu sendiri akar dari kasih sayang tersebut
Manusia dilahirkan untuk saling mencintai bukan  untuk saling membenci
Sadar diri akan kasih sayang datangnya cinta
Bersamaan dengan benci yang akan menjadi virus setiap langkah dalam mencintai
Jadikanlah cintamu sebagai pintu akan kebaikan ruh yang dibalut oleh jiwamu
demi mendapat kebahagian yang hakiki
dan jadikanlah cintamu seindah pintu
dimana setiap abad, tahun, bulan, minggu, hari, jam, menit bahkan detik
pintu selalu menjadi jalan untuk melewati suatu ruangan
selalu dikunjungi tampa pintu tersebut merasa lelah untuk memikul beban dari setiap
pengunjung yang ada 
writter : Muhammad Romi Nasution
rominastimuhammad@gmail.com

0 comments:

Posting Komentar